Byyuuuur ... Gue masuk ke kolam berenang. Dengan gaya katak gue melahap kolam itu, kecepatan 120 km/jam tak terasa terlewati kalau gue ikutan olimpiade udah menang emas kali. Namun belum sampai seperempat kolam gue harus berhenti
"pantesan gobal-gabel gini, melorot bray" teriak gue
Adit, derry, raymond dan panji pun acuh tak peduli melihat gue, malah melanjutkan berenang. Gue pun jadi salah tingkah sendiri sambil lihat ke kanan kiri, semoga tidak ada yang lihat, gue pun lanjut berenang.
Setelah dirasa capek, kita yang memang meniru atlet renang ini melahap cukup banyak putaran, sekitar ..... 3 putaran .... Kita pun lanjut ketawa-ketiwi macem arisan ibu-ibu.
"liburan yu pas libur semesteran ini ?" tanya derry
"ayoo, bromo lah kita" gue jawab berapi-api
"ayo ayo, gue mah ayo aja lah" tanggep derry
Gue dan derry udah setuju mau ke bromo, tapi gimana yang lain ? Yang lain membatu seolah-olah tidak ada pertanyaan tadi, diam, sambil napas ngap-ngapan.
"woy ko diem ?! jalan ga ?" teriak derry
"ah gatau gue bilang dulu aja deh mau jalan" jawab raymond
"iya gue juga gatau nih, paling ke bandung ketemu pacar hehehe" kata adit sambil cengengesan
"yah gue kan belum beres kuliahnya, dasar jablay lo" cerocos panji sang petualang
Mendengar kata-kata tadi, gue pasrah sambil ikutan membatu. Sejenak suasana pun hening tanpa suara, geje banget ga jelas......
"ehmmm kolamnya bagus ya ada airnya" derry mencoba mencairkan suasana
"iya ....." jawab gue
Suasana pun semakin awkward, entah kenapa. Akhirnya kita memutuskan untuk mandi dan kembali ke rumah masing-masing
2 hari kemudian, kita saling berjumpa di kantin kampus yang imut-imut ini. Ternyata raymond sedang dapat durian runtuh, dia diijinkan untuk mengikuti perjalanan ke bromo plus dikasih uang saku dan ongkos tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Syaratnya adalah dia harus berkunjung ke salah satu sanak sodaranya, raymond pun menyanggupi persyaratan tadi.
Koordinasi pun semakin gencar dilakukan gue, derry dan raymond, mulai dari penginapan, transportasi, makan dan tempat tujuan yang akan dituju. Setelah melakukan riset dari internet kita berkonsultasi kepada sepuh dari Surabaya, yaitu saudara Wira. Dia pun mengagumi dan menyetujui semua rencana 'brilliant' kita, bahkan dia akan mengikuti serangkaian acara kita. Karena kita akan mengunjungi beberapa kota seperti Surabaya, Probolinggo bromo dan Batu malang, kita pun mengambil tema East Java Invasion. Dengan waktu yang sesingkat-singkatnya kita pun berhasil mendapatkan tiket kereta, pesawat dan menggaet pak maksum sebagai pengusaha (calo) penginapan di Bromo.
Hasil diskusi perjalanan